Salsabila, Alya (2026) PENYESUAIAN BAHASA UNTUK KELAS SOSIAL YANG BERBEDA: STUDI PENGGUNAAN BAHASA JOE BIDEN DALAM PIDATO POLITIK. Sarjana (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Indonesia.
|
Text
PENDAHULUAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (323kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (197kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (422kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (192kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan bahasa Joe Biden
berubah berdasarkan perbedaan kelas sosial khalayak dalam pidato politik. Data penelitian
berupa dua pidato Joe Biden bertema pembangunan infrastruktur yang ditujukan kepada
dua kelompok khalayak, yaitu khalayak non-elite dan khalayak elite. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Systemic Functional Linguistics
(SFL) dari Halliday. Analisis dilakukan melalui tiga aspek, yaitu field, tenor, dan mode.
Aspek field dianalisis melalui lexical string, tenor melalui penggunaan personal pronouns,
mood, dan modality, sedangkan mode dianalisis melalui clause complex. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Joe Biden berbeda sesuai dengan karakteristik
khalayak yang dihadapi. Pada aspek field, pidato kepada khalayak non-elite lebih berfokus
pada pembangunan infrastruktur fisik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat,
sedangkan pidato kepada khalayak elite membahas implementasi kebijakan,
pengembangan tenaga kerja, pendidikan, dan pemulihan ekonomi. Pada aspek tenor, Biden
membangun kedekatan dengan khalayak non-elite melalui penggunaan bahasa yang lebih
personal, sementara pada pidato elite ia lebih menonjolkan hubungan profesional dan
kolaboratif dengan para gubernur sebagai mitra pemerintah. Pada aspek mode, kedua pidato
menggunakan clause complex, tetapi dengan fungsi yang berbeda. Pada pidato non-elite,
hubungan antarklausa digunakan untuk menyampaikan informasi secara bertahap agar
lebih mudah dipahami, sedangkan pada pidato elite digunakan untuk mengorganisasi
informasi yang lebih kompleks mengenai pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini
menunjukkan bahwa perbedaan kelas sosial khalayak memengaruhi cara Joe Biden
mengorganisasi dan merealisasikan penggunaan bahasa dalam pidato politik. Temuan ini
memperlihatkan bahwa pilihan bahasa disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan
konteks komunikasi khalayak.
Kata kunci: kelas sosial, penggunaan bahasa, pidato politik, Joe Biden, Systemic
Functional Linguistics.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Contributors/Dosen Pembimbing,NIDN Dosen bisa diakses di LINK https://bit.ly/NIDNdosenunismabekasi: | Contribution Contributors / Dosen Pembimbing NIDN Thesis advisor Prihhartini, Sya'baningrum 0425058301 UNSPECIFIED Salsabila, Alya UNSPECIFIED |
| Keywords / Kata Kunci: | kelas sosial, penggunaan bahasa, pidato politik, Joe Biden, Systemic Functional Linguistics. |
| Subjects: | Pengajaran Bahasa Inggris dan linguistik Terapan |
| Faculty: | Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa > Sastra Inggris S1 |
| Depositing User: | Ms. Alya Salsabila |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:51 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:51 |
| URI: | http://repository.umindonesia.ac.id/id/eprint/10899 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
