PENGARUH SEL ELEKTROLIT PADA AIR GARAM DAN AIR LAUT UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF

Aris, Fatwan (2026) PENGARUH SEL ELEKTROLIT PADA AIR GARAM DAN AIR LAUT UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF. Sarjana (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Indonesia.

[thumbnail of PENDAHULUAN_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf] Text
PENDAHULUAN_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB1_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf] Text
BAB1_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB_2_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf] Text
BAB_2_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB_3_Fatwan_Aris.pdf] Text
BAB_3_Fatwan_Aris.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB_5_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf] Text
BAB_5_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (234kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar_Pustaka_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf] Text
Daftar_Pustaka_Skripsi_Fatwan_Aris.pdf

Download (2MB)

Abstract

Energi alternatif sangat dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui dan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara kerja sel elektrokimia yang menggunakan larutan garam, serta menilai bagaimana jumlah sel mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Dalam sistem ini, magnesium digunakan sebagai anoda dan besi sebagai katoda, dengan elektrolit berupa air yang dicampurkan dengan garam biasa (NaCl) yang pada saat garam dilarutkan dalam air maka terurai menjadi ion 〖Na〗^+ dan 〖Cl〗^-. Setiap sel terdiri dari air laut dan 400 ml air sumur dan 100 gram garam dapur, serta sepasang elektroda Mg dan Cu. Penelitian dilakukan dengan menghubungkan sel secara seri mulai dari 1 hingga 4 sel untuk mengamati seberapa besar perbedaan arus dan tegangan lisrik yang dikeluarkan. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai alat penerangan bagi nelayan saat mencari ikan di malam hari, serta sebagai sumber listrik alternatif di wilayah pesisir dan terpencil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan jenis elektrolit menghasilkan sel elektrokimia yang meningkatkan tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Padapercobaan pertama menggunakan air garam menghasilkan tegangan 7,80 V, arus 0,65 A dan dapat menyala selama 386 jam. Pada percobaan keuda menggunakan air garam menghasilkan tegangan 7,60 V, arus 0,59 A dan dapat menyala selama 501 jam. Dengan tingkat keterangan dari lampu yang menyala sama terangnya.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Contributors/Dosen Pembimbing,NIDN Dosen bisa diakses di LINK https://bit.ly/NIDNdosenunismabekasi:
Contribution
Contributors / Dosen Pembimbing
NIDN
UNSPECIFIED
Handoyo, Yopi
0429068003
UNSPECIFIED
Rahmanto, R. Hengki
0426018204
Keywords / Kata Kunci: Sel elektrokimia, larutan garam, air laut, natrium klorida (NaCl), energi alternatif, magnesium, tegangan, dan arus listrik.
Subjects: Konversi Energi
Faculty: Fakultas Teknik > Teknik Mesin S1
Depositing User: Mr. Fatwan Aris
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:19
Last Modified: 18 Aug 2026 03:19
URI: http://repository.umindonesia.ac.id/id/eprint/10634

Actions (login required)

View Item View Item